Berzuhudlah, Karena Zuhud itu Tidak Harus Miskin dan Bujang

السلام عليكم ورحمة الله وبركاة

Selamat pagi kawan-kawan . kali ini aku akan membahas mengenai Zuhud, Pengertian Zuhud dalam kitab Kifayatul atqiya' adalah: sifat menghilangkan senang harta pada hati sesorang yang bisa lupa melakukan ibadah kepada Allah SWT. termasuk diantaranya adalah harta dan istri, lalu bagimana bagi orang yang kaya dan punya istri, apakah bisa berzuhud. begini penjelasannya

Zuhud merupakan tingkatan tertinggi setelah taqwa. Zuhud adalah suatu sifat dimana seseorang mampu menghilangkan senang harta pada hatinya yang bisa lupa melakukan ibadah.
Orang yang zuhud bukan berarti tidak memiliki harta sama sekali karena zuhud adalah suatu kondisi batiniyah dimana seseorang tidak terikat lagi dengan harta duniawi, meskipun dia memiliki harta yeng berlimpah seperti nabi Sulaiman atau Nabi yusuf AS.
Adapun mencarii harta untuk kebutuhan hidup atau untuk menafkahi keluarga itu hukumnya wajib Rasulullah Shollallahu alaihi Wasallam bersabda:
لاخير الا لمن يحب المال يصل به رحمه ويؤدي به امانته ويستغني به عن خلق ربه
Artinya: tidak ada kebaikan kecuali bagi orang yang mencintai harta yang ia gunakan untuk menyambungtali persaudaraan, melaksanakan amanat dan agar tidak butuh kepada makhluknya tuhan.
Ini berarti apabila ada orang yang mencari harta hanya untuk duniawi (hip-hip hura-hura atu foya-foya berarti ia tidak termasuk orang yang mendapatkan kebaikan).

Orang yang zuhud harus meninggalkan sesuatu yang memalingkan dirinya dari beribadah kepada Allah, termasuk diantaranya adalah wanita/istri. Yang dimaksud disini adalah wanita atau istri yang tidak bisa menolong suaminya untuk beribadah kepada Allah. abu Sulaiman ad-Daroni berkata:
الزوجة الصالحة ليست من الدنيا فانها تفرغك للاخرة
Artinya: orang yang sholihah bukan termasuk duniawi, karena ia akan meberikan kesempatan keadamu untuk meraih akhirat.
Lalu lebih utama mana, menikah atau membujang?. Menurut imam Al-Ghazali : harus dipertimbangkan antara manfaat dan madlaratnya pernikahan, apabila lebih banyak manfaatnya maka menikah itu kebih utama, apabila lebih banyak madlaratnya maka lebih utama membujang, dan apabila manfaat dan madlaratnya seimbang, makla dikembalikan kepada prasangkanya.

Jadi untuk sahabat muslim dan muslimat yang ingin bersifat zuhud, tidak perlu harus miskin dan bujang, boleh kaya dan punya istri cantik asal keduanya tidak menjadikan lupa untuk beribadah kepada Allah. hehe :-)






Sumber-Sumber:
Suluk Dijalan Allah (M. Ridwan Qoyyum Said)
kifayatul atqiya' ( ابى بكر المعروف بالسيد بكر المكى ابن السيد محمد شطا الدمياطى )

0 comments: