Feature news

header apayang


Learn more »

home icon

Learn more »

Berzuhudlah, Karena Zuhud itu Tidak Harus Miskin dan Bujang

السلام عليكم ورحمة الله وبركاة

Selamat pagi kawan-kawan . kali ini aku akan membahas mengenai Zuhud, Pengertian Zuhud dalam kitab Kifayatul atqiya' adalah: sifat menghilangkan senang harta pada hati sesorang yang bisa lupa melakukan ibadah kepada Allah SWT. termasuk diantaranya adalah harta dan istri, lalu bagimana bagi orang yang kaya dan punya istri, apakah bisa berzuhud. begini penjelasannya

Zuhud merupakan tingkatan tertinggi setelah taqwa. Zuhud adalah suatu sifat dimana seseorang mampu menghilangkan senang harta pada hatinya yang bisa lupa melakukan ibadah.
Orang yang zuhud bukan berarti tidak memiliki harta sama sekali karena zuhud adalah suatu kondisi batiniyah dimana seseorang tidak terikat lagi dengan harta duniawi, meskipun dia memiliki harta yeng berlimpah seperti nabi Sulaiman atau Nabi yusuf AS.
Adapun mencarii harta untuk kebutuhan hidup atau untuk menafkahi keluarga itu hukumnya wajib Rasulullah Shollallahu alaihi Wasallam bersabda:
لاخير الا لمن يحب المال يصل به رحمه ويؤدي به امانته ويستغني به عن خلق ربه
Artinya: tidak ada kebaikan kecuali bagi orang yang mencintai harta yang ia gunakan untuk menyambungtali persaudaraan, melaksanakan amanat dan agar tidak butuh kepada makhluknya tuhan.
Ini berarti apabila ada orang yang mencari harta hanya untuk duniawi (hip-hip hura-hura atu foya-foya berarti ia tidak termasuk orang yang mendapatkan kebaikan).

Orang yang zuhud harus meninggalkan sesuatu yang memalingkan dirinya dari beribadah kepada Allah, termasuk diantaranya adalah wanita/istri. Yang dimaksud disini adalah wanita atau istri yang tidak bisa menolong suaminya untuk beribadah kepada Allah. abu Sulaiman ad-Daroni berkata:
الزوجة الصالحة ليست من الدنيا فانها تفرغك للاخرة
Artinya: orang yang sholihah bukan termasuk duniawi, karena ia akan meberikan kesempatan keadamu untuk meraih akhirat.
Lalu lebih utama mana, menikah atau membujang?. Menurut imam Al-Ghazali : harus dipertimbangkan antara manfaat dan madlaratnya pernikahan, apabila lebih banyak manfaatnya maka menikah itu kebih utama, apabila lebih banyak madlaratnya maka lebih utama membujang, dan apabila manfaat dan madlaratnya seimbang, makla dikembalikan kepada prasangkanya.

Jadi untuk sahabat muslim dan muslimat yang ingin bersifat zuhud, tidak perlu harus miskin dan bujang, boleh kaya dan punya istri cantik asal keduanya tidak menjadikan lupa untuk beribadah kepada Allah. hehe :-)






Sumber-Sumber:
Suluk Dijalan Allah (M. Ridwan Qoyyum Said)
kifayatul atqiya' ( ابى بكر المعروف بالسيد بكر المكى ابن السيد محمد شطا الدمياطى )
Learn more »

Cara Install Java Development Kit (JDK) di Linux Ubuntu




Assalamu'alaikum Sobat semua.
Kali ini saya akan membahas tentang cara menginstall jdk (baik jdk versi 6, 7, 8) semua bisa di install pakai cara ini di linux ubuntu kalian.
JDK ( Java Development Kit ) adalah sebuah software yang biasa digunakan untuk membuat aplikasi Java. Salah satu fungsi JDK yaitu untuk melakukan compiling baris kode yang telah kita tulis untuk dijalankan. Adapun fungsi lain JDK selain compiler diantaranya :


  • Archiver
  • Documentation generator
  • Interpreter / loader
  • DLL


> Langkah penginstalan JDK
> Download terlebih dahulu versi JDK yg kalian butuhkan di http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index-jsp-138363.html
pilih versi JDK sesuai kebutuhan, versi linux dan jenis prosesormu. Pilih yang bentuk tar.gz

> nah download selesai, selanjutnya extract file tersebut. Bisa langsung di extract di file manager. Atau yang mau extract lewat terminal, berikut command line nya:
tar -xzvf namafilekalian.tar.gz
sebelumnya, sobat masuk dulu ke folder tempat file jdk berada lewat terminal, kebetulan punya saya di :
/Downloads/Program
 
>setelah berhasil mengextract, selanjutnya memindahkan folder hasil extract ke usr/lib/java. Cek terlebih dahulu lewat terminal. Jika sobat belum memiliki folder java, maka harus buat folder java terlebih dahulu. Commandnya : cd /usr/lib/java
Jika sudah ada maka tampilannya seperti ini
jika belum mempunyai folder java, maka buat folder java lewat terminal.
> selanjutnya pindahkan folder jdk. Ke folder usr/lib/java
sudo mv namafolderjdkkalian/ /usr/lib/java
sesuaikan command line dengan nama file folder jdk kalian.



Cek apakah sudah berhasil. Cd /usr/lib/java/

PANJANG SEKALI YA PROSESNYA, TP JANGAN MENYERAH SAMPAI DISINI

> Selanjutnya Proses Penginstalan jdk tadi dengan cara Alternatif
masih di /usr/lib/java$
Tambahkan Command Line berikut secara bertahap.
sudo update-alternatives --install "/usr/bin/java" "java" "/usr/lib/java/jdk1.8.0_161/bin/java" 1
sudo update-alternatives --install "/usr/bin/javac" "javac" "/usr/lib/java/jdk1.8.0_161/bin/javac" 1
sudo update-alternatives --install "/usr/bin/javaws" "javaws" "/usr/lib/java/jdk1.8.0_161/bin/javaws" 1

>Selanjuatnya buka /.bashrc lewat terminal. Sudo gedit -/.bashrc
jika tidak bisa, buka lewat file manager. Masuk Home > tekan ctrl + H > cari /.bashrc dan buka dengan text editor.
Tambahkan script berikut di paling bawah.
#JAVA HOME directory setup
export JAVA_HOME=/usr/lib/java/jdk1.8.0_161
export PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin
>setelah itu simpan dan keluar


SELESAI
Nah itulah proses instalasi manual JDK di ubuntu. Terimakasih sudah mau mengikuti tutorial ini, semoga berhasil dan bermanfaat. Sampai jumpa. wassalamu'alaikum

Learn more »

INTERELASI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM


  1. Latar Belakang Masalah
Layaknya sebuah rumah, bila dibangun tanpa tiang penyangga tak akan tegak berdiri. Demikian pula dengan Pendidikan Islam, haruslah memiliki pilar-pilar yang mampu menopang struktur keilmuannya sekaligus menjadi ciri khas dan identitasnya, sehingga satu bangunan rumah keilmuan dapat dibedakan dari bangunan lainnya. Pilar utama bagi pendidikan islam dimaksud adalah berpusat pada Tauhid berbasis akhlak. Pilar-pilar ini saling bertautan satu sama lain lalu merangkai dalam bentuk bilik bilik peradapan teks (hadharah an-nash), peradapan ilmu (hadharah al-’ilmu, dan peradapan falsafah (hadharah al-falsafah), sehingga terbentuk bangunan pendidikan islam yang kokoh.
Selain Ilmu Tauhid dan Akhlaq, salah satu penopang islam dan keilmuaannya adalah ilmu fiqih, karena fiqih merupakan dasar untuk mendapat hukum.
Dari latar belakang masalah tersebut, tersusunlah Rumusan Masalah sebagai berikut :
  1. Bagaimana interelasi ilmu tauhid, dengan filsafat pendidikan islam?
  2. Bagaimana interelasi ilmu akhlaq dengan filsafat pendidikan islam?
BAB II
PEMBAHASAN
  1. Interelasi ilmu tauhid dengan filsafat pendidikan islam
Kata interelasi dalam KBBI mempunyai arti hubungan satu sama lain. Dalam hal ini (filsafat pendidikan islam) berarti hubungan antara ilmu islam dengan pendidikan islam, yang juga bisa dikatakan dengan filsafat ilmu islam, tapi dalam pembahasan pendidikan.
Dalam bahasa arab tauhid berarti beriman kepada keesaan tuhan, keesaan Allah. Iman juga berarti pengetahuan, percaya, dan yakin tanpa keraguan.
Abd. Rohman Assegah menjelaskan dalam bukunya, bahwa; proses terbentuknya iman dalam diri seseorang didahului oleh pengetahuan (knowledge) sesorang tentang sang pencipta jagad raya ini, yakni Allah Swt. Artinya iman itu dapat diperoleh lewat proses berpikir, perenungan mendalam, survei atau penelitian terhadap alam semesta.1
Seperti yang telah nabi ibrahim lakukan, Nabi Ibrahim bertanya-tanya darimana datangnya manusia, siapa yang menciptakan bumi, kemudian melakukan observasi dan penelitian untuk mengetahui siapa tuhannya sebenarnya. Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (QS. Ali-‘Imran: 190-191).
Faktor pendidikan bagi terbentuknya tauhid dan iman kepada Allah Swt Ini merupakan inti dari pendidikan islam, sedemikian pentingnya sehingga Nabi Muhammad Saw. Menyatakan : “Barangsiapa tambah ilmunya tapi tidak tambah petunjuknya (imannya), maka bagi Allah Swt, orang tersebut tidak tambah apa pun kecuali semakin jauh (dari petunjuk dan iman kepadaNya)”.2
Dalam filsafat pendidikan islam, tujuan pendidikan islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam islam, “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu” (QS. Adz-Zariat: 56). Tujuan manusia hidup adalah untuk menyembah Allah, maka dari itu dibutuhkan ilmu untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan​ janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS. Ali Imron: 102). Dan tugas ilmu tauhid adalah menjaga iman supaya meninggal dalam keadaan islam. Bagaimana mungkin tujuan pendidikan islam dapat terlaksana, sedang yang dididik tidak mentauhidakan Allah Swt.
  1. Interelasi ilmu Akhlaq dengan filsafat pendidikan islam
Akhlaq adalah jamak dari khuluq yang berati adat kebiasaan (al-adat), perangai, tabiat (al-sajiyyat), watak (al-thab), adab/sopan santun (al-muru’at), dan agam (al-din). Menurut para ahli masa lalu (al-qudama), akhlaq asalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan, tanpa pemikiran atau pemaksaan. Sering pula yang dimaksud akhlaq adalah semua [erbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik atau buruk.3
Hal utama diutusnya nabi Muhammad Saw selain untuk menyiarkan ketauhidan Allah, juga untuk menyempurnakan akhlaq umat. Dimana kedua hal ini saling berkaitan tidak bisa terpisahkan. Hal ini tercermin dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam albukhari. “sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik”. Yang berarti, inti dari beriman kepada Allah adalah akhlaq yang baik, karena seberapa baik akhlaq kita mencerminkan seberapa kuat iman kita. Dan tentu, untuk mewujudkan akhlaq yang baik pada tiap tiap pribadi umat islam dibutuhkan pendidikann akhlaq dan pemahaman akhlaq sejak dini, sebagai pondasi dari keyakian terhadap agama islam.
Menurut prof. DR. Suwito dalam bukunya yang berjudul; Filsafat Pendidikan Akhlaq, menjelaskan, bahwa; hakikat pendidikan akhlaq adalah inti pendidikan semua jenis pendidikan, karena ia mengarahkan pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya. Dengan demikian, pendekatan pendidikan akhlaq bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga, melainkan terintegrasi kedalam berbagai mata pelajaran atau lembaga.(Suwito, 2004: 38)

1 Abd. Rahman Assegaf, Filsafat Pendidikan Islam: Paradigma Baru pendidikan hadhari, (jakarta: Rajawali Pers, 2011), hlm. 38.
2 Abd. Rahman Assegaf, Filsafat Pendidikan Islam: Paradigma Baru pendidikan hadhari, (jakarta: Rajawali Pers, 2011), hlm. 39.
3 Suwito, Filsafat Pendidikan Akhlak, (Yogyakarta: Belukar, 2004), hlm. 31.

>>> By :  Khikmatus Sa’adah , Solichah
Learn more »

Anak Berbakat dalam Dunia Akademik Khususnya Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam



A. Definisi Anak Berbakat
Sebelumnya definisi dari anak berbakat menurut USOE (United States Office of Education), adalah anak yang dapat membuktikan kemampuan berprestasinya yang tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif, artistik, kapasitas kepemimpinan atau akademik spesifik dan mereka yang membutuhkan pelayanan atau aktivitas yang tidak sama dengan yang disediakan di sekolah sehubungan dengan penemuan kemampuan-kemampuannya (Hawadi, 2002). Sedangkan menurut Depdiknas (2003), anak berbakat adalah mereka yang oleh psikolog dan atau guru diidentifikasi sebagai peserta didik yang telah mencapai prestasi memuaskan dan memiliki kemampuan intelektual umum yang berfungsi pada taraf cerdas, kreativitas yang memadai, dan keterikatan pada tugas yang tergolong baik.1
Setiap anak memiliki bakat mereka masing- masing dan terkadang berbeda- beda. Salah satunya bakat yang dimiliki oleh Akhmad Naufal Mujib, siswa kelas IX A Tsanawiyah TBS Kudus yang berasal dari Karangmalang Gebog Kudus. Putra dari Bapak Noor Afif Riyanto dan adik dari penulis ini sendiri memiliki bakat akademik dalam bidang Matematika dan IPA.
B. Aspek Intelekbudaya ( Terkait dengan kecerdasan dan kemampuan akademik)

Narasumber disini memiliki bakat akdemik yaitu dalam pelajaran Matematika. Bakat yang ia miliki dalam pelajaran matematika yakni dapat mengingat rumus matematika dengan baik dan dapat menghitung dengan cepat tanpa menggunakan alat bantu kalkulator bahkan pada bilangan desinal sekalipun. Akan tetapi, penulis disini sering menda[ati nerasumber mengerjakan persoalan dengan menggunakan rumusnya senbdiri yang dianggap lebih mudah dan menghasilkan jawaban yang tepat.  Dalam perlombaan tingkat sekolah ia mendapatkan juara pertama, yang mana artinya ia merupakan siswa paling berbakat di sekolah tersebut dalam bidang Matematika.
Sama halnya dengan keberbakatannya dalam pelajaran matematika, dalam pelajaran IPA ia juga dapat mengingat rumus- rumus fisika, teori-teori dalam biologi dengan baik, bahkan ia pernah mengikuti perlombaan mata pelajaran IPA secara dadakan tanpa persiapan belajar sama sekali dan hasil akhirnya sangat bagus.
Adanya kecerdasan atau bakat yang dimiliki tentunya tidak lepas dari proses belajar. Hasil observasi penulis dengan narasumber menghasilkan suatu kesimpulan bahwa narasumber disini menggunakan proses belajar abstrak. Yang mana proses belajar abstrak disini adalah belajar yang menggunakan cara- cara berfikir abstrak yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan pemecahan masalah yang tidak nyata dan dalam mempelajari hal- hal yang abstrak diperlukan pertanan akal yang kuat disampinbg penguasaan atas prinsip, konsep. Dan generalisasi.2

C. Aspek Sifat Anak Berbakat

Sifat atau karakteristik merupakan salah satu factor yang mempengaruhi proses belajar seseorang dan juga kecerdasannya.
Miller (1990), mengemukakan beberapa karakteristik dan perilaku yang menunjukkan adanya bakat matematika pada anak sebagai berikut:
1. Kesadaran yang sangat tinggi dan rasa ingin tahu yang sangat kuat tentang informasi
numerik.
2.  Kecepatan yang luar biasa dalam belajar, memahami, dan menerapkan ide-ide matematika.
3. Kemampuan yang tinggi untuk berpikir dan bekerja secara abstrak dan kemampuan untuk
melihat pola-pola dan hubungan matematika.
4. Kemampuan luar biasa untuk berpikir dan mengerjakan soal-soal matematik secara fleksibel dan kreatif, bukan dengan cara biasa.
5. Kemampuan luar biasa untuk mentransfer hasil belajar ke dalam situasi-situasi matematika baru yang belum pernah diajarkan.3

Dari hasil observasi penulis juga menemukan beberapa sifat dari narasumber terkait dengan bakatnya di bidang Matematika dan IPA.
Narasumber atau katakanlah Naufal, memiliki kebiasaan meremehkan atau mengacuhkan jika besok adalah ulangan Matematika dan IPA. Hal itu dikarenakan ia sudah merasa mampu untuk mengerjakan soal Matematika dan IPA dengan baik meskipun tanpa belajar. Akan tetapi, jika ia belajar pehitungan dan ketika ia tidak menemukan jawabannya maka ia akan terus berusaha sampai menemukan hasil yang benar. Ini tepat dengan teori Miller (1990) yang mengatakan bahwa rasa ingin tahu yang sangat kuat tentang informasi numeric.
Ia juga menerapkan sifat baik bagi teman- temannya yang kurang memahami pelajaran matematika yang mana ia kuat di bidang verbal dan angka-angka lalu mengarahkan teman sebaya dengan cara-cara positif dan sangat membantu teman- temannya.
D. Aspek Keluarga
Monks (1992 dalam Monks & Katzko, 2005) mengemukakan tiga elemen lingkungan sosial yang sangat mempunyai pengaruh dalam mewujudkan potensi anak berbakat yaitu, keluarga, sekolah, dan lingkungan sebaya. Monks dan Ypenburg (1995 dalam Tiel dkk, 2007) mengungkapkan bahwa potensi keberbakatan yang dimiliki oleh anak tidak akan terwujud jika tidak mendapat dukungan yang baik dari tiga elemen tersebut, yaitu keluarga, sekolah, dan lingkungan sebaya.4
Seperti yang telah dikemukakan oleh Monks tersebut, sama halnya dengan narasumber disini juga mendapat dukungan dari orang tua untuk meneruskan bakat Matematika dan IPA yang dimilikinya. Salah satu bentuk  dukungan yang di berikan orang tua untuk narasumber disini adalah dengan memberikan fasilitas yang menunjang pembelajaran seperti kalkulator, handbook rumus Matematika dan IPA. Dengan adanya dukungan yang diberikan orang tua ternyata memiliki dampak positif bagi siswa itu sendiri. Seperti halnya narasumber disini juga mengalami hal yang serupa yakni lebih giat mempelajari rumus-rumus baru yang dianggapnya belum menguasai dengan membaca buku pemberian dari orang tua atau keluarga. Disini keluarga juga berperan sebagai sarana bagi siswa untuk menunjukkan masa depan yang baik dengan adanya dukungan terhadap bakat yang dimiliki.


DAFTAR PUSTAKA
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, Bandung:PT Remaja Rosdakarya
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND...NIA.../GIFTED.pdf
https://harycalonpsikolog.com/2012/03/06/anak-berbakat-keberbakatan/
http://journal.unair.ac.id/downloadfull/JPPP8180-cc419c05a8fullabstract.pdf

Learn more »